risma

Jelang Pilgub DKI Jakarta Semakin Seru!

ahok pilgub DKI

Pilgub DKI masih cukup lama tapi rasanya perang media masih saja berlanjut. Di kabarkan bahwa  Sandiaga Uno bertemu dengan seorang Deputi Gubernur DKI Jakarta, Sylviana Murni. Katanya sih, hanya bertemu teman lama saja sekitar 1 jam. Rasanya sangat tidak mungkin jika tidak membahas atau membuka obrolan mengenai pemilihan gubernur nanti.

Bertemunya cagub Sandiaga Uno itu nampaknya tidak membuat kandidat lainnya sekaligus petahana khawatir. Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terlihat tenang ketika di tanya oleh beberapa awak media mengenai hal  bertemunya Sandiaga Uno dengan Syilviana Murni. Ia menanggapinya dengan tenang, meskipun kita semua tidak tahu hatinya apakah setenang penampilannya di depan media? Hanya tuhan dan dirinya lah yang tahu, hehee…

PDIP Dukung Risma

risma pilgub DKI

Calon Gubernur DKI jakarta, Tri Rismaharini yang saat ini masih menjabat sebagai Walikota Kota Surabaya menjadi kandidat kuat dalam perebuatan kursi nomer satu di Ibukota. Nampaknya sang Walikota Surabaya tersebut semakin percaya diri setelah mendapat dukungan dari Parta Demokrasi Indonesia (PDIP).

Pemimpin partai sekaligus pembina, Megawati Soekarnoputri telah mendukung Risma untuk maju mengalahkan Ahok. Menurut Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto sosok Risma sangat bagus dan tepat untuk menjadi orang nomer satu di DKI karena bisa mewujudkan harapan dari Ketum PDIP. Bisa dilihat di Surabaya, ia berhasil membuak ruang publik yang luas dan membuat kota tersebut menjadi lebih tertib, rapih dan jauh lebih bermartabat dari sebelumnya. Dengan menggunakan sisi kemanusiaan tanpa penggusaran dan kekerasan tapi bisa membuat kota menjadi lebih nyaman.

Opini Penulis

Belakangan ini media-media online selalu sibuk membuat berita mengenai jelang Pilgub DKI Jakarta. Sekarang calon gubernur DKI yang kita ketahui adalah Sandiaga Uno, Tri Rismaharini dan sang petahana Basuki Tjahaja Purnama atau yang biasa di sapa ahok. Sebenarnya dari para calon tersebut semuanya merupakan orang baik yang ingin membawa Ibukota ini kepada perubahan menjadi lebih tertib dan bermoral.

Niat dan usaha setiap calon memang selalu baik yaitu bertujuan sama untuk kebaikan Ibukota. Menjadikan Jakarta lebih baik dari sebelumnya adalah inti dari tugas-mereka nantinya. Tapi tahukah kalian, jika dilihat sepertinya mereka ini tidak tahu malu. Menurut kacamata penulis, yang namanya seseorang ingin menjadi pemimpin itu harus di pilih dan di dukung oleh rakyat. Tapi apa yang mereka lakukan? Apakah kalian pernah melihat dan tahu apakah rakyat mendukung mereka?

Menurut pendapat penulis seharusnya demokrasi ini dijalankan bukan dengan cara seperti ini. Etis kah jika seseorang mengajukan diri ingin menjadi penguasa atau pemimpin padahal mereka belum tentu di pilih rakyat. Rasanya sangat tidak ada etikanya sama sekali jika memaksakan diri untuk menjadi pemimpin dengan mengusungkan diri sendiri tanpa di pilih oleh rakyat. Ya, pemilihannya nanti memang di pilih oleh rakyat, tapi apakah mereka tidak malu mengusungkan diri sendiri untuk di pilih rakyat? Seharusnya di pilih oleh rakyat dulu Cagubnya, barulah di adakan pemilihan dari para jagoan yang sudah di pilih.