Politik

Peran Artis Di Panggung Politik

artis berpolitik

Peran artis di perpolitikan dalam negeri nampaknya sangat kurang sekali memberikan dampak. Saat ini banyak sekali artis-artis yang beralih ke panggung politik. Karena merasa sudah populer dan mudah dalam mendapatkan suara sehingga banyak di manfaatkan oleh para partai politik agar bisa memenangkan kepala daerah atau legislatif pada pemilihan. Jika dilihat sebenarnya, peran mereka semua di DPR tidak terlalu terlihat sama sekali. Sudah saatnya negara ini memberikan aturan ketat bagi para artis yang menginginkan pangung politik di Indonesia

Perpolitikan Indonesia saat ini sepertinya akan memulai babak baru. Pemilihan Gubernur DKI Jakarta akan menentukan apakah politik dalam negeri bisa terjaga dengan damai, aman dan stabil. Setiap perpecahan politik nantinya akan berdampak langsung kepada kegiatan ekonomi. Sebenarnya peran dari para artis yang menjadi anggota legislatif bisa di manfaatkan untuk turun ke lapangan dalam mendengarkan aspirasi rakyat, karena merekalah yang memiliki banyak penggemar di masyarakat.

Jika di perhatikan selama ini, kehadiran artis di DPR atau DPRD hanya seperti pelengkap saja. Suaranya nyaris sama sekali tidak terdengar, seharusnya ketenaran mereka bisa di manfaatkan untuk memberikan sosialisasi keputusan legislatif kepada rakyat. Kabar beradar bahwa syarat caleg artis nanti akan lebih di perketat, tujuannya agar hanya artis-artis berkualitas dengan pengetahuan mengenai kesejahteraan rakyat sajalah yang akan di pilih menjadi caleg nantinya.

Kementerian Dalam Negeri yang seharusnya memiliki atau yang bisa mengatur ini semua. Nantinya wacana ini akan segera di realisasikan agar bisa dijalankan pada pemilihan-pemilihan caleg berikutnya. Memang sudah seharusnya di adakan sebuah evaluasi-evaluasi mengenai kualitas para anggota legislatif dari profesi artis.

Hak Artis Untuk Menjadi Anggota DPR

Artis merupakan bagian dari rakyat yang memiliki hak sama untuk mendaftarkan diri sebagai anggota DPR. Para selebritis ini nampaknya keberatan jika dinilai kurang aktif dan di katakan hanya sebagai pelengkap saja pada parlemen. Mereka melihat hal ini bukan dari sisi negatif melainkan sebenarnya sudah cukup banyak peran aktif yang telah di lakukannya.

Kementerian Dalam Negeri tidak melarang artis untuk menjadi anggota parlemen hanya saja agar kualitasnya semakin tersaring, maka dibuatkanlah sebuah syarat yang ketak, meskipun ini baru sekedar wacana tapi nampaknya akan segera terealisasikan pada pemilihan caleg berikutnya.

Bisa dilihat seperti Primus Yustisio yang merupakan seorang pemain sinetron dan kini menjabat sebagai anggota DPR Jawa Barat IX dari Partai Amanat Nasional (PAN). Jika dilihat dari jejak karirnya selama menjadi anggota DPR sangat jarang bahkan hampir tidak pernah mengeluarkan pernyataannya mengenai kebijakan-kebijakan yang di ambil negara pada media.

Daftar Nama Artis Yang Menjadi Anggota DPR

artis di panggung politik

Penasaran dengan nama-nama selebritis yang menjadi anggota DPR? Simak dibawah ini :

  • Dede Yusuf Macan
  • Krisna Mukti
  • Rieke Diah Pitaloka
  • Primus Yustisio
  • Emilia Contesssa
  • Jamal Mirdad
  • Lucky Hakim
  • Eko Hendro Purnomo atau Eko Patrio
  • Tantowi Yahya
  • Junico BP Siahaan atau Nico Siahaan
  • Maya Rumantir
  • Oni Suwarman
  • Rachel Maryam Sayidina
  • Desi Ratnasari
  • Anang Hermansyah
  • Venna Melinda
  • Okky Asokawati

Ruhut Di Nonaktifkan Dari Jubir Partai Demokrat!

ruhut sitompul

Beberapa tahun belakangan ini panggung politik di Republik Indonesia masih cukup strabil, meskipun terjadi beberapa kericuhan beberapa waktu lalu tapi masih dalam tahap normal. Seyogyanya ketenangan dalam berpolitik haruslah senantiasa di jaga setiap saat, jangan sampai ada kegaduhan yang terjadi pada beberapa anggotan DPR waktu itu.

Ada kabar terbaru dari panggung politik dalam negeri, kabar ini cukup mengejutkan yaitu politikus dari Partai Demokrat (PD) yang menjabat sebagai juru bicara partai tersebut, Ruhut Sitompul di nonaktifkan partai yang di pimpin oleh mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono.

Berita politik ini jelas sangat tidak bagus bagi kegiatan politik dalam negeri karena bisa berakibat buruk pada kestabilan politik pada negeri ini. Nonaktifnya bang Ruhut bukanlah sebuah pemecatan tapi hanya penyegaran atau regenarasi saja pada tubu partai. Nantinya bang Ruhut akan di gantikan oleh adik-adiknya yang masih muda dan bernergi.

Ruhut Sitompul ternyata sudah lebih dahulu mencium bahwa dirinya akan di nonaktifkan dari jabatannya itu. Ia pun di rencanakan akan menjabat pada jabatan barunya sebagai Ketua Departemen bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam) Partai Demokrat. Jadi jika ada yang bilang bang Ruhut di pecat dari partai maka bisa di pastikan itu salah karena yang benar adalah di pindahkan jabatannya untuk kepentingan regenerasi kepada yang muda.

Reposisi Ruhut

ruhut jubir demokrat

Reposisi Ruhut Sitompul yang dilakukan oleh Ketua Umum Partai Demokrat adalah untuk kepentingan partai, karena beberapa kali pernyataannya tidak mencerminkan pemikiran partai meskipun sudah mendapatkan beberapa kali teguran dan akan merugikan posisi PD pada persaingan politik saat ini. Oleh karena itulah reposisi ini di lakukan sesuai dengan sistem yang berlaku pada partai tersebut.

Regenerasi ini akan memberikan ruang terbuka bagi pemuda-pemuda di parta tersebut untuk menunjukkan kualitasnya menjadi yang terdepan dalam membela kepentingan rakyat dan tetap konsisten pada selogannya yang berbunyi “kayakan tidak untuk korupsi”. Reposisi ini bukan juga karena adanya persaingan internal hanya murni untuk regenarasi saja dan di anggap jabatan terbaru yang di berikan oleh Ruhut adalah yang sangat cocok.

Kicauan Ruhut Di Twitter

Bukan Ruhut Sitompul namanya kalau tidak vokal terhadap dunia perpolitikan dalam negeri. Ia menanggapi penonaktifannya ini dengan berkicau pada akun sosial pribadi miliknya di twitter.  Ia mengatakan bahwa banyak orang stres yang ketakutan melihat dirinya di Partai Demokrat.

Kicauan ini tentunya membuat nitezen turut berkomentar. Berbagai macam komentar di layangkan oleh nitizen, ada yang memberikan masukan, komentar negitf dan tidak sedikit juga yang memberikan tanggapan positif kepada dirinya.

Ruhut sempat menuding ada bagian dari orang dalam yang tidak suka dengannya karena mendukung langkah Jokowi dalam memerintah. Setelah di tanya oleh beberapa awak media ternyata ia belum mendapatkan kabar pastinya dari Ketum PD Susilo Bambang Yudhoyono terkait masalah ini.

Jelang Pilgub DKI Jakarta Semakin Seru!

ahok pilgub DKI

Pilgub DKI masih cukup lama tapi rasanya perang media masih saja berlanjut. Di kabarkan bahwa  Sandiaga Uno bertemu dengan seorang Deputi Gubernur DKI Jakarta, Sylviana Murni. Katanya sih, hanya bertemu teman lama saja sekitar 1 jam. Rasanya sangat tidak mungkin jika tidak membahas atau membuka obrolan mengenai pemilihan gubernur nanti.

Bertemunya cagub Sandiaga Uno itu nampaknya tidak membuat kandidat lainnya sekaligus petahana khawatir. Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terlihat tenang ketika di tanya oleh beberapa awak media mengenai hal  bertemunya Sandiaga Uno dengan Syilviana Murni. Ia menanggapinya dengan tenang, meskipun kita semua tidak tahu hatinya apakah setenang penampilannya di depan media? Hanya tuhan dan dirinya lah yang tahu, hehee…

PDIP Dukung Risma

risma pilgub DKI

Calon Gubernur DKI jakarta, Tri Rismaharini yang saat ini masih menjabat sebagai Walikota Kota Surabaya menjadi kandidat kuat dalam perebuatan kursi nomer satu di Ibukota. Nampaknya sang Walikota Surabaya tersebut semakin percaya diri setelah mendapat dukungan dari Parta Demokrasi Indonesia (PDIP).

Pemimpin partai sekaligus pembina, Megawati Soekarnoputri telah mendukung Risma untuk maju mengalahkan Ahok. Menurut Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto sosok Risma sangat bagus dan tepat untuk menjadi orang nomer satu di DKI karena bisa mewujudkan harapan dari Ketum PDIP. Bisa dilihat di Surabaya, ia berhasil membuak ruang publik yang luas dan membuat kota tersebut menjadi lebih tertib, rapih dan jauh lebih bermartabat dari sebelumnya. Dengan menggunakan sisi kemanusiaan tanpa penggusaran dan kekerasan tapi bisa membuat kota menjadi lebih nyaman.

Opini Penulis

Belakangan ini media-media online selalu sibuk membuat berita mengenai jelang Pilgub DKI Jakarta. Sekarang calon gubernur DKI yang kita ketahui adalah Sandiaga Uno, Tri Rismaharini dan sang petahana Basuki Tjahaja Purnama atau yang biasa di sapa ahok. Sebenarnya dari para calon tersebut semuanya merupakan orang baik yang ingin membawa Ibukota ini kepada perubahan menjadi lebih tertib dan bermoral.

Niat dan usaha setiap calon memang selalu baik yaitu bertujuan sama untuk kebaikan Ibukota. Menjadikan Jakarta lebih baik dari sebelumnya adalah inti dari tugas-mereka nantinya. Tapi tahukah kalian, jika dilihat sepertinya mereka ini tidak tahu malu. Menurut kacamata penulis, yang namanya seseorang ingin menjadi pemimpin itu harus di pilih dan di dukung oleh rakyat. Tapi apa yang mereka lakukan? Apakah kalian pernah melihat dan tahu apakah rakyat mendukung mereka?

Menurut pendapat penulis seharusnya demokrasi ini dijalankan bukan dengan cara seperti ini. Etis kah jika seseorang mengajukan diri ingin menjadi penguasa atau pemimpin padahal mereka belum tentu di pilih rakyat. Rasanya sangat tidak ada etikanya sama sekali jika memaksakan diri untuk menjadi pemimpin dengan mengusungkan diri sendiri tanpa di pilih oleh rakyat. Ya, pemilihannya nanti memang di pilih oleh rakyat, tapi apakah mereka tidak malu mengusungkan diri sendiri untuk di pilih rakyat? Seharusnya di pilih oleh rakyat dulu Cagubnya, barulah di adakan pemilihan dari para jagoan yang sudah di pilih.